Kamis, 19 September 2013

About Me





Nama saya Aditia , saya lahir pada 13 Oktober 1995 di Tangkahen. Saya adalah anak pertama dari dua bersaudara. Saya termasuk orang yang humoris dan menyenangkan walau kadang sedikit menyebalkan. Hal ini saya rasakan sejak saya kecil...,Mmm
Saya mulai sekolah ketika berumur 5 tahun di TK ( Taman Kanak-kanak ) , setahun kemudian saya bersekolah di SDN Tangkahen 2. Pada masa SD saya termasuk anak yang pintar dan selalu masuk dalam 3 besar . Lulus dari SD saya melanjutkan sekolah di SMPN 3 Banama Tingang yang cukup dekat dengan rumah saya. Prestasi belajar saya di SMP cukup membanggakan dari kelas 1-3 selalu menjadi juara kelas.
Kemudian lulus dari SMP saya melanjutkan sekolah di SMAN 2 Palangka Raya. Pada masa SMA kelas satu saya tidak terlalu memperhatikan pelajaran, oleh karena itu prestasi belajar saya menjadi menurun. Saya memilih jurusan IPS di dalam penjurusan dan hasilnya cukup memuaskan saya mendapatkan nilai terbaik ketiga di seluruh jurusan IPS.
Lulus dari SMA saya sempat bingung ingin melanjutkan perguruan tinggi. Pada akhirnya saya memilih untuk menjadi seorang perawat dengan mendaftar di STIKES Bethesda Yakkum Yogyakarta dan puji tuhan di terima di perguruan tinggi tersebut.
Selain itu banyak prestasi yang saya torehkan di bidang olah raga di antaranya, Juara Lari 100 m tingkat kota, Juara 2 Sepak bola porseni di Mandumai Kalteng, juara umum futsal walikota cup di Kalteng, Juara Voly ball antar SMA di Kalteng.

       

Rabu, 18 September 2013

TRADISI MASYARAKAT KALIMANTAN



TRADISI MASYARAKAT KALIMANTAN IBU MELAHIRKAN

Fase Melahirkan dalam budaya Suku Dayak mengisyaratkan perlunya sejumlah persiapan termasuk persiapan perlengkapan suku dayak menjelang persalinan. Pada proses jelang melahirkan bayi atau Awau, sang calon ibu dibaringkan pada sebuah dipan kecil dengan posisi miring terbuat dari kayu yang disebut Sangguhan dengan motif ukiran Dayak di masing-masing sisi.Kemudian saat melahirkan, disiapkan pula Botol Mau sebagai tempat untuk menungku perut ibu agar darah kotor cepat keluar. Selain sebagai perlengkapan suku dayak menjelang persalinan Botol Mau ini juga digunakan untuk menyiman air panas.Selanjutnya, keluarga yang melahirkan juga perlu menyiapkan Kain Bahalai (Jarik dalam bahasa Jawa) dengan lapisan yang berbeda. Tujuh lapis kain bahalai saat menyambut bayi laki-laki dan lima lapis kain bahalai untuk bayi dengan jenis kelamin perempuan. Walaupun sebagai peralatan penunjang, keberadaannya dalam persiapan prosesi persalinan menurut budaya Suku Dayak mutlak diperlukan.Pada fase ketika bayi telah lahir, maka tali pusar atau ari-ari bayi dipotong menggunakan sebuah sembilu. Untuk tahap pertama dan pemotongan terakhir ari-ari dengan uang ringgit. Kedua perlengkapan suku dayak menjelang persalinan tersebut disiapkan sejak awal dalam sebuah piring atau Paraten. Sedangkan ari-ari yang terpotong tadi disimpan di dalam Kusak Tabuni.Bayi (awau) yang baru lahir dimandikan dalam Kandarah, dan popok bayi yang digunakan disimpan dalam Saok. Bagi sang ibu setelah melahirkan biasa menggunakan Stagen (Babat Kuningan) untuk mengikat perut agar mengembalikan perut ibu ke kondisi semula dengan cepat. Tentunya untuk menjaga tubuh ibu setelah melahirkan dan juga berfungsi untuk berjaga-jaga dalam kondisi yang tidak terduga seperti sulitnya bayi keluar, masyarakat Dayak memiliki cara yang khas dan bernuansa magis, yakni menggunakan buah kelapa yang bertunas untuk kemudian disentuhkan ke arah selaput bayi. Tujuan perlengkapan suku dayak menjelang persalinan tersebut adalah agar dapat membuka ruang sehingga bayi dapat keluar dengan mudah.

MASUKNYA SISTEM PENGOBATAN MODERN DI KALIMANTAN

Bagi Suku Dayak di pedalaman Kalimantan, penyakit beserta pengobatannya, sangat erat kaitannya dengan alam religius mereka tentang ajaran Kaharingan. Masyarakat Dayak cenderung melihat penyebab dari suatu penyakit dengan cara metafisik. Suku Dayak mempercayai Balian sebagai penyembuh mereka. Masyarakat Dayak biasa menggunakan ritual tertentu yang dipimpin oleh seorang Balian dalam pengobatan suatu penyakit.Bagi masyarakat Dayak keberadaan Balian sudah ada sejak zaman nenek moyang mereka. Balian adalah seorang perempuan yang bertugas sebagai mediator dan komunikator antara manusia dengan mahluk lain yang keberadaannya tidak terlihat secara kasat mata. Balian menduduki tempat yang penting dalam kebudayaan Dayak. Masyarakat Dayak percaya bahwa Balian memiliki kemampuan yang tidak dimiliki oleh setiap orang, oleh karenanya Balian mampu mengobati penyakit terutama penyakit-penyakit yang mereka percaya disebabkan oleh mahluk halus.Jangan membuat kulit ketupat pada masa hamilorang tua percaya , karena daun kelapa untuk kulit ketupat harus dianyam tertutup rapat oleh wanita hamil, dikuatirkan bayi yang lahir nanti kesindiran , tertutup jalan lahirnya.


 PANTANGAN BAGI PEREMPUAN HAMIL.

Kehamilan adalah peristiwa alam yang harus dijaga dan dirawat dengan benar. Dalam keadaan hamil, demi menjaga kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi yang akan dilahirkan, banyak pantangan yang harus ditaati. Misalnya :
Dilarang mandi dan minum air yang berasal dari sumur, alasannya air sumur tidak mengalir. Dikhawatirkan ditempat tersebut banyak mahluk yang keberadaannya tidak terlihat mata jasmani. Diyakini bahwa air sumur yang digunakan untuk mandi atau diminum oleh ibu hamil, bisa mengakibatkan demam, atau pendarahan akibat diganggu mahluk halus penunggu sumur.
Dilarang makan lombok khususnya cabe rawit. Dikhawatirkan tubuh bayi meradang merah bagai tersiram air panas. Dilarang pula makan sayur mayor yang tumbuh menjalar. Dilarang makan makanan yang telah diawetkan, khawatir sibayi terkena sakit kuping bernanah.
Dilarang mandi hujan terutama ketika petir kilat sambar menyambar.
Dilarang makan ikan bakar, dilarang makan makanan kedaluasa.
Dilarang mandi dibagian sungai yang terdalam.
Dilarang makan makanan yang dimasak dengan menggunakan kayu yang kerdil tumbuhnya, dikhawatirkan pertumbuhan anak akan terganggu.
Dilarang makan makanan dengan cara menjumput dari panci tempat memasak, masuk langsung kemulut.
Dilarang makan makanan yang dimasak dengan menggunakan kayu yang ditumbuhi cendawan.
Dilarang makan buah yang jatuh dari pohon dan tersangkut di antara cabang dan ranting sehingga buah tersebut tidak jatuh ketanah. Maksudnya agar bayi lahir lancar, tidak tersangkut seperti buah yang tersangkut tadi.
Dilarang mengumpulkan kayu bakar dimana ranting dan cabang kayunya terendam diair. Maksudnya agar ari-ari bayi tumbuh normal. Tidak berukuran terlalu besar. Karena kalau terlalu besar, disaat proses persalinan akan sulit keluar.
Dilarang makan sambil berjalan agar anak tidak lahir disembarang tempat. Masih banyak lainnya. Larangan bagi suami :
Ketika isteri dalam keadaan mengndung anak mereka, suami dan seisi rumah dilarang duduk dengan kaki berjuntai kebawah terlebih apabila badan didalam rumah dan kaki berjuntai arah luar rumah. Alasannya, karena dikhawatirkan bayi yang lahir akan meniru. Maksudnya ketika proses persalinan kaki bayilah yang keluar lebih dahulu. Tentu saja hal ini sangat membahayakan.
Suami dilarang membuat patung, juga dilarang membuat beberapa jenis peralatan menangkap ikan. Untuk menghindari bayi lahir cacat. Pada saat isteri hamil, suami pantang berkelahi dengan isterinya. Alasan, agar isteri tidak mengalami pendarahan. Masih banyak lainnya.

PENGOBATAN SUKU DAYAK KALTENG

1.     Pengobatan bukan herbal dan ritual  
Pengobatan ini tidak menggunakan bahan tumbuh-tumbuhan atau hewan atau ritual tertentu
tetapi menggunakan doa-doa atau mantra-mantra tertentu dengan media tertentu seperti,air,kapur sirih,telur ayam,dll
Contoh : Tawar Payawen/Puji Liau
Sandung Rahayung Gitang Gitung
Hatu Matei Mapas Petak
Liau Buli Matang Sandung
Yang terpenting adalah pengucapan mantra,media yang di gunakan,cara,pantangan.

2.     Pengobatan ritual
Pengobatan ritual di lakukan karena adanya petunjuk baik dari dalam diri sendiri (mimpi,petunjuk yang lain) atau dari orang lain ( juru sangiang atau orang lain ).
Terjadi karena adanya sebab akibat pengobatan ritual kebanyakan ada roh aktif yang menjadi penyebabnya (personalistik) pengobatan dayak ngaju banyak menggunakan media beras.
Setelahnya adanya pantangan tertentu.

Jenis –jenis pengobatan ritual
1.       Nyadiri/ngapatung
Ritual yang dilakukan jika seseorang atau orang lain yang bermimpi buruk tentang dirinya dan orang lain.
2.       Nulak peres
Ritual yang dilakukan jika banyak orang yang meninggal atau terkena wabah penyakit dalam satu kampung.
3.       Nulak sial
Ritual yang di lakukan jika seseorang terkena sial/banyak hal yang tidak di harapkan dalam hidup.
4.       Sangiang bandar/badewa
Ritual yang dilakukan dengan meminta bantuan seseorang sangiang untuk menurunkan bandar dari lewu telu di luwuk dalam betawi.

5.       Batuhir/nganan parasat
Ritual yang dilakukan untuk membuang darah tidak baik (meninggal tidak wajar) seperti di sambar buaya, tertimpa kayu, tabrakan,dll
6.       Mangacak
Ritual yang dilakukan di mana sesajen di taruh di dalam ancak yang terbuat dari bambu
7.       Manyambuhul/balaku untung
Ritual yang dilakukan untuk memohon untung aseng panjang (umur panjang).
8.       Pakanan dahiang
Ritual yang dilakukan jika seseorang mendapat petunjuk terjadinya dahiang di dalam kehidupanya





MODEL KEPERAWATAN


MODEL KONSEPTUAL KEPRAWATAN

A. Gambaran Model Konseptual Keperawatan
Model konseptual keperawatan merupakan suatu cara untuk memandang situasi dan kondisi pekerjaan yang melibatkan perawat di dalamnya. Model konseptual keperawatan memperlihatkan petunjuk bagi organisasi dimana perawat mendapatkan informasi agar mereka peka terhadap apa yang terjadi pada suatu saat dengan apa yang terjadi pada suatu saat juga dan tahu apa yang harus perawat kerjakan.
Konsep keperawatan terus dikembangkan dan diterapkan serta diuji melalui pendidikan dan praktik keperawatan. Hampir semua model keperawatan yang diaplikasikan dalam praktik keperawatan professional menggambarkan empat jenis konsep yang sama, yaitu :
1. Orang yang menerima asuhan keperawatan
2. Lingkungan (masyarakat)
3. Kesehatan (sehat/sakit, kesehatan dan penyakit)
4. Keperawatan dan peran perawat (tujuan/sasaran, peran dan fungsi)
Model keperawatan dapat diaplikasikan dalam dalam kegiatan praktik, penelitian dan pengajaran, oleh karena itu model harus diperkenalkan kepada perawat atau calon perawat guna memperkuat profesi keperawatan khususnya dalam mengkoreksi pemikiran yang salah tentang profesi keperawatan seperti : perawat sebagai pembantu dokter,, oleh karena itu model harus diperkenalkan kepada perawat atau calon perawat guna memperkuat profesi keperawatan khususnya dalam mengkoreksi pemikiran yang salah tentang profesi keperawatan seperti : perawat sebagai pembantu dokter.
Gambaran model konseptual keperawatan :
1. Florence Nightingale
a. Definisi keperawatan
Profesi untuk wanita dengan tujuan menemukan dan menggunakan hukum alam dalam pembangunan kesehatan dan pelayanan kesehatan.
b. Alasan tindakan keperawatan
Menempatkan manusia pada kondisi yang terbaik secara alami untuk menyembuhkan atau meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit dan luka.
c. Konsep individu
Merupakan kesatuan fisik, intelektual dan metafisik yang lengkap dan berpotensi.

d. Konsep sehat
Keadaan bebas dari penyakit dan dapat menggunakan kekuatannya secara penuh.
e. Konsep lingkungan
Bagian eksternal yang mempengaruhi kesehatan dan sakitnya seseorang.

2. Virginia Henderson
a. Definisi keperawatan
Bantuan yang diberikan kepada individu baik dalam keadaan sehat maupun sakit dalam kegiatannya untuk mencapai keadaan sehat atau sembuh dari penyakit sehingga ia mempunyai kekuatan, keinginan dan pengetahuan.
b. Alasan tindakan keperawatan
Pendekatan yang dilakukan untuk memenuhi 14 komponen dari keperawatan.
c. Konsep individu
Keadaan biologi dimana tidak dapat dipisahkan antara pikiran dan jasmani.
d. Konsep sehat
Kemampuan fungsi independent dalam hubungannya dengan 14 komponen.
e. Konsep lingkungan
Tidak terdefinisi dengan jelas, dapat berupa tindakan positif maupun negatif.

3. Sister Callista Roy
a. Definisi keperawatan
Suatu analisa proses dan tindakan sehubungan dengan perawatan sakit atau potensial seseorang untuk sakit.
b. Alasan tindakan keperawatan
Aktifitas keperawatan berasal dari model dimana berupa proses pengkajian dan intervensi-intervensi peran diselenggarakan dengan konteks keprawatan dan termasuk manipulasi dari stimuli.
c. Konsep individu
Keadaan biopsikososial yang berupa interaksi yang tetap dengan perubahan lingkungan, manusia bersifat sebagai system adaptif yang terbuka.
d. Konsep sehat
Rentang sehat sakit merupakan garis yang terus menerus yang menunjukan status sehat atau sakit dimana sesorang butuh pengalaman dan waktu. Sehat sakit merupakan bagian dari hidup manusia.
e. Konsep lingkungan
Suatu kondisi yang terus menerus dan mempengaruhi sekelilingnya dan perkembangan organisme serta group organisme.

4. Parsel
a. Definisi keperawatan
Ilmu dan seni yang berpusat pada kehidupan.
b. Alasan tindakan keperawatan
Partisipasi kualitatif seseorang dengan kesehatan yang pernah dialami oleh individu.
c. Konsep individu
Hubungan yang terbuka yang meluas ke dunia bebas untuk memilih situasi yang diinginkan.
d. Konsep sehat
Proses untuk mencari pengalaman seseorang.
e. Konsep lingkungan
Merupakan kerjasama untuk menghasilkan pertukaran energi yang bermutu dengan individu.

5. Myra Estrin Levine
a. Definisi keperawatan
Interaksi manusia yang berdasarkan pada prinsip-prinsip ilmiah yang digunakan dalam proses keperawatan.
b. Alasan tindakan keperawatan
Perawatan individu yang bersifat holistic untuk setiap kebutuhan seseorang, seseorang mendorong perawat untuk beradaptasi.
c. Konsep individu
Interaksi dari individu yang bersifat kompleks antara lingkungan interna dan eksterna yang mengubah adaptasi.

6. Fitspatrick
a. Definisi keperawatan
Ilmu dan profesi yang mempunyai pusat tentang arti perjuangan hidup (sehat)
b. Alasan tindakan keperawatan
Berpusat pada mempertinggi proses perkembangan menuju sehat.
c. Konsep individu
Sistem terbuka, menyeluruh, yang dikarakteristikkan sebagai dasar irama hidup.
d. Konsep sehat
Perkembangan terus menerus tentang karakteristik manusia yang penuh potensi, kesadaran arti kehidupan.

e. Konsep lingkungan
Sistem terbuka dalam interaksi terus menerus dengan manusia.

7. Imogane M. King
a. Definisi keperawatan
Suatu proses interaksi manusia antara perawat dan klien.
b. Alasan tindakan keperawatan
Perawat dan klien saling mengamati dalam informasi, komuniksai, situasi, tujuan dan tindakan untuk mencapai tujuan.
c. Konsep individu
suatu system terbuka mengenai penukaran masalah, energi dan dengan lingkungan yang terbatas.
d. Konsep sehat
Aturan dinamik dari stressor dalam lingkungan eksternal dan internal melalui penggunaan optimal untuk mencapoai potensi maksimal dalam kehidupan sehari-hari.
e. Konsep lingkungan
Sustu system terbuka yang menunjukkan penukaran masalah energi, informasi dengan keberadaan manusia.
Perawat bahagia